KASUS REKLAMASI (MALAYSIA Vs. SINGAPURA)

  1. 1. SUMMARY

Secara Geografis Selat Johor diapit oleh dua Negara yaitu Singapura dan Malaysia. Singapura melakukan kegiatan reklamasi pantainya dan mengakibatkan adanya perubahan struktur ekosistem yang ada di lingkungan laut. Reklamasi tersebut secara langsung maupun tidak langsung mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan di wilayah laut Malaysia.

  1. 2. FAKTA HUKUM

Bahwa Berdasarkan pendapat ahli baik di bidang kelautan maupun Lingkungan, reklamasi tersebut telah memberikan dampak yang kurang baik pada kelangsungan ekologi laut di sekitar Malaysia.

Bahwa Dengan adanya reklamasi itu, pendapatan nelayan Malaysia berkurang jika dibanding sebelum adanya reklamasi.

Bahwa Ekosistem alam hayati di bawah laut terganggu dan bahkan berubah bentuk dengan adanya reklamasi tersebut.

Bahwa reklamasi yang dilakukan Singapura berakibat terganggunya alur transportasi atau navigasi di selat Johor.

  1. 3. ISU HUKUM

Isu hukum satu : Apakah reklamasi yang dilakukan Singapura tersebut termasuk dalam kategori Marine Pollution?

Isu hukum dua  : Apakah perbuatan hukum berupa reklamasi yang dilakukan oleh Singapura merupakan perbuatan melanggar hukum (melanggar ketentuan-ketentuan hukum) yang ada di dalam UNCLOS 1982?

  1. 4. ANALISA ISU HUKUM

Untuk menjawab pertanyaan yang dirumuskan dalam isu hukum satu maka terlebih dulu dikemukakan pengertian dari Marine Pollution tersebut.

Yang dimaksud dengan Marine Polution : Perubahan pada lingkungan laut yang terjadi akibat dimasukkannya oleh manusia secara langsung atau tidak langsung bahan-bahan atau energi-energi ke dalam lingkungan laut (termasuk muara sungai) yang menimbulkan akibat sedemikian buruk sehingga merugikan kekayaan hayati, kesehatan manusia, gangguan terhadap kegiatan di laut termasuk perikanan dan lain penggunaan laut yang sah, juga pemburukan kualitas air laut dan menurunnya kualitas tempat-tempat pemukiman dan rekreasi. Dari pengertian tersebut secara analisis diakitkan dengan reklamasi Singapura adalah:

Bahwa kegiatan reklamasi tersebut merupakan kegiatan memasukkan bahan-bahan ke dalam lingkungan laut,atas kegiatan tersebut juga menyebabkan kerugian kekayaan hayati terbukti dengan adanya kerugian nelayan. Di samping itu, reklamasi sangat potensial dan bahkan secara faktual mengganggu kegiatan di laut (nelayan) dan menyebabkan pemburukan kualitas air laut.

Sedangkan untuk menjawab Isu hukum dua, Analisa ini ditinjau dari tiga aspek, yaitu:

  1. a. Filosofis

Menurut pasal 192 UNCLOS (kewajiban umum Negara), bahwa setiap

Negara harus menjaga lingkungan laut. Artinya dalam pasal ini memberikan penekanan bahwa ekosistem laut  merupakan bagian yang wajib dijaga oleh setiap negara. Sangat tidak dibenarkan manakala ada negara mana pun yang berbuat menyebabkan terganggunya bahkan merusak lingkungan laut.

  1. b. Yuridis

Kewajiban khusus dari negara di antaranya adalah tidak memindahkan kerusakan atau bahaya atau untuk mengubah suatu jenis pencemaran ke jenis pencemaran lain, memonitor resiko akibat pencemaran dan tanggung jawab serta ganti rugi. (pasal 194-195 UNCLOS)

Berdasarkan ketentuan pasal 204 (1) UNCLOS bahwa negara harus sedapat mungkin konsisten dengan hak-hak negara lain secara langsung atau melalui organisasi internasional yang kompeten untuk mengamati, mengatur menilai dan menganalisa berdasarkan metoda ilmiah yang dibakukan mengenai resiko atau akibat pencemaran laut.

Reklamasi yang dilakukan oleh Singapura berakibat terganggunya hak warga negara Malaysia untuk menjalankan aktivitas kesehariannya. Hal ini jelas menunjukkan inkonsistensi Singapura dalam rangka menghormati hak-hak negara lain. Sebagaimana ditegaskan dalam pasa 204 ayat (2) bahwa pengawasan terhadap reklamasi tersebut haruslah dilakukan sampai dengan potensial pengaruh pencemaran yang ditimbulkan. Oleh karenanya haruslah ada notifikasi atau pemberitahuan akan hal tersebut kepada pihak yang bersangkutan sesuai dengan yang diamanatkan pada pasal 198 UNCLOS.

Adapun tindakan Malaysia dalam hal ini adalah telah berdasarkan pasal 232 dan 233 UNCLOS untuk meminta pertanggung jawaban pihak Singapura.

  1. c. Sosiologis

Reklamasi tersebut di atas secara faktual mengakibatkan kerusakan lingkungan laut, adanya kerusakan tersebut berakibat terganggunya kehidupan hayati di bawah laut. Khususnya bagi nelayan, hal ini sangat berpengaruh secara ekonomis bagi kelangsungan kehidupan sosialnya. Dalam konteks ini, penghasilan yang didapatkan oleh nelayan akan berkurang karena berkurangnya sumber daya alam yang menjadi sumber pokok pendapatan mereka.

  1. 5. KESIMPULAN
  • Reklamasi oleh Singapura adalah tergolong Marine Pollution.
  • Perbuatan singapura yang mereklamasi wilayah nya adalah perbuatan melanggar hukum secara formil atas ketentuan UNCLOS 1982 sebagaimana telah diuraikan pada analisa isu hukum dua secara filosofis-yuridis tersebut di atas.
  • Dengan demikian sangat logis Singapura wajib memberikan pertanggung jawaban atas perbuatan yang dilakukannya.

Explore posts in the same categories: Argumentation, Law

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: